Categories

Friday, November 16, 2012

fisiologi laktasi


FISIOLOGI LAKTASI
      Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fungsi-fungsi sistemorgan. lAktasi merupakan proses pengeluaran air susu. Jadi dapat dikatakan bahwa fisiologi ternak merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses pengeluaran air susu dan fungsi-fungsi sistem organ yang berperan didalamnya.
Kelenjar susu sapi betina mulai berkembang pada waktu kehidupan fetal. Puting-puting susunya terlihat pada waktu dilahirkan. Bila hewan betina tumbuh, susunya membesar sebanding dengan besarnya tubuh. Sebelum hewan mencapai dewasa kelamin, maka hanya terjadi sedikit pertumbuhan jaringan kelenjar. Bila sapi betina mencapai dewasa kelamin, maka estrogen (dihasilkan oleh folikel dalam ovarium) merangsang perkembangan sistema duktus yang besar. Pada setiap siklus estrus yang berulang, jaringan kelenjar susu dirangsang untuk berkembang lebih cepat. Setelah sapi dara mengalami beberapa kali siklus estrus, maka duktrusnya memperlihatkan banyak cabang dalam susu. Penelitian terdahulu menganggap bahwa tidak ada pertumbuhan sistema lobul-alveolar sebelum hewan bunting.
       Setelah sapi mencapai umur 10 tahun, produksi susu mulai berkurang, bahkan kadang-kadang diikuti adanya kesulitan-kesulitan dalam melahirkan. Oleh karena itu perlu dipersiapkan generasi pengganti sebagai usaha untuk peremajaan.

Laktasi terjadi pada waktu kelahiran bersamaan dengan penurunan kadar progesteron dan esterogendi dalam darah dan peningkatan prolaktin atau hormon laktogenik dari kelenjar hipofisa. Dengan menggunakan hormon estrogen dan progesteron, kelenjar susu hewan betina dara dapat ditumbuhkan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat dibuat berlaktasi. Oleh karena itu dimungkinkan secara buatan, merangsang pertumbuhan kelenjar susu dan menyuruh kelenjar tersebut mengeluarkan susu.

Faktor yang mempengaruhi laktasi:
1. Kebakaan:  Kesanggupan untuk menghasilkan susu tergantung dari kondisi genetik hewan. 2. Jaringan: sekresi Faktor dasar yang membatasi laktasi adalah jumlah jaringan kelenjar. Kelenjar susu yang kecil tidak menguntungkan dalam laktasi, karena ketidaksanggupannya untuk menghasilkan cukup banyak susu dan maupun menyimpannya. 3. Keadaan dan Persistensi laktasi : Beberapa sapi sangat persisten dan laju penurunan sekresi susunya lambat ( 2 sampai 4 persen dari produksi bulanan sebelumnya).  4. Penyakit:  dapat mempengaruhi denyut jantung dan dengan demikian mempengaruhi peredaran darah melalui kelenjar susu.  5. Makanan Laju sintesis dan difusi berbagai komposisi susu tergantung pada konsentrasi precursor susu dalam darah.
      Ambing sapi terdiri dari 4 kwartir yaitu bagian kanan dan kiri serta bagian depan dan belakang. Tiap kwartir memiliki kelenjar susu dan puting. Kelenjar susu menyebabkan ambing elastis.
Protein susudibentuk dari asam amino darah. Kasein misel atau agregasi protein dan mineral kemugkinanterjadi didalam badan golgi saat disekresi dalam sel sekresi . laktosa secara reguler disintesis dalam sel sekresi. Darah masuk dalam sel sekresi secara oemotik dibawah kontrol laktose, K, Na dan Cl. Komponen susu disintesa dalam sel terutama pada retikulum enoplasma. Energi untuk RE disuplay oleh mitokondria. Komponen-komponen ini melewati badan golgi yang bertanggung jawab terhadap pengeluaran dari sel sebagai   tetes demi tetes kedalam rumen. Stimulus pengeluaran susu saatpemerahan menyebabkan pengeluaran hormon oksitosin dari kelenjar pituitari pada otak bawah dan mulailah terjadi pengeluaran susu dari ambing.
Fungsi hormonal dari organ kelenjar mamary.
1.      Estrogen sebagai pembentukan duktus mamary
2.      Progesteron sebagai perkembangan alveol
3.      Prolaktin sebagai hormon utama untuk proses lactogenesis dan memelihara susu
4.      Oksitosin sebagai milk let down dan menekan susu keluar dari elveol dan masuk kedalam saluran mamary.
    Setelah sapi mencapai umur 10 tahun, produksi susu mulai berkurang, bahkan kadang-kadang diikuti adanya kesulitan-kesulitan dalam melahirkan. Oleh karena itu perlu dipersiapkan generasi pengganti sebagai usaha untuk peremajaan.
Komposisi susu sapi:
1.      Air
2.      Material yang termasuk di dalam lipid: Lemak Susu, vosvatida,
3.      Protein
4.      Karbohidrat
5.      Mineral susu

    

INSERVASI SARAF
1.      Saluran teat (puting) dikelilingi oleh serabut otot polos longitudinal dan sirkula.
2.      Otot berfungsimengatur buka tutup saluran teat.
3.      Dipengaruhi oleh tekanan, suhu, dan frekuensi pemerahan.
VASKULARISASI (PEMBULUH DARAH)
1.      Vaskularisasi oleh arteri dan vena
2.      Setiap ambing memilki vaskularisasi, dan bisa saling berhubungan.
3.      Berfungsi menyediakan dan membawa nutrient untuk pembentukan air susu.
  Mekanisme kekeluarnya susu:
1.      Saraf reseptor pada kulit sekitar teat sangat sensitif
2.      Saat penyusuan dan pemerahan, terjadi perubahan tekanan yang mengaktifkan saraf-saraf reseptor
3.      Rangsangan ini menyebabkan transmisi impuls kekelnjar pituitary yang kemudian mensekresikan hormon oksitosin
4.      Oksitosin dibawah oleh darah dan bekerja pada kelenjar mamary
5.      Oksitosin menyebabkan menyebabkan kontraksi otot sekitar alveol sehingga air susu keluar.











DAFTAR PUSTAKA
Anonim a. 2008. Fisiologi Laktasi. http://aku-anak peternakan.blogspot.com/2008/05/fisiologi    laktasi.html. Diakses pada Hari Senin, 10 September 2012.
Malaka,Ratmawati.2010.Pengantar Teknologi susu.Masagena Press.Makassar.