Wednesday, May 15, 2013

Makalah Gulma "PUTRI MALU"

Standard

PENDAHULUAN
·         Latar Belakang
Hijauan makanan ternak (HMT) merupakan semua bahan yang berasal dari tanaman dalam bentuk daun dauanan. Kelompok hijauan makanan ternak meliputi  famili rumput (gramineae), leguminosa, dan hijauan dari tumbuhan lain, seperti daun waru, nangka, dan lain-lain. Hijauan sebagai pakan ternak dapat diberikan dalam keadaan segar dan dalam keadaan kering. dalam pengembangan ternak ruminansia di Indonesia, hijauan makanan ternak adalah faktor yang sangat penting dengan komposisi yang terbesar yaitu 70-80% dari total biaya pemeliharaan. Namun selain dari hijauan makanan ternak tumbuh pula disekitar hijauan ini tanaman pengganggu yang biasa disebut gulma.
Gulma adalah  suatu tumbuhan lain yang tumbuh pada lahan tanaman budidaya, tumbuhan yang tumbuh disekitar tanaman pokok (tanaman yang sengaja ditanam) atau semua tumbuhan yang tumbuh pada tempat (area) yang tidak diinginkan oleh sipenanam sehingga kehadirannya dapat merugikan tanaman lain yang ada di dekat  atau disekitar tanaman pokok tersebut . 
Kebanyakan Gulma adalah tanaman yang cepat tumbuh dan dapat menghasilkan sejumlah besar biji dalam waktu singkat. Biasanya bijinya mudah tersebar. Beberapa gulma akan terus menebarkan bijinya walaupun pohonnya telah dicabut. Di atas tanah, dari gulma kebun biasa, bunga-bunganya akan membuat setumpuk biji berambut pada timbunan kompos jika ditaruh disitu dan tidak dihancurkan. Salah satu gulma yang juga banyak didapatkan disekitar hijaun makanan ternak yaitu putri malu.
·         Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.      untuk mengetahui mengenai gulma
2.      untuk mengetahui jenis-jenis gulma,
3.      untuk mengetahui model penyebaran dan teknik pembasmian atau pengendalian gulma


PEMBAHASAN
·         Deskripsi Umum Putri Malu (Mimosa Pudica)
Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan yang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula (Tjoet Nyak, 2011).
Tumbuhan ini memiliki banyak sekali nama lain sesuai sifatnya tersebut, seperti makahiya (Filipina, berarti "malu"), mori vivi (Hindia Barat), nidikumba (Sinhala, berarti "tidur"), mate-loi (Tonga, berarti "pura-pura mati") . Namanya dalam bahasa Cina berarti "rumput pemalu". Kata pudica sendiri dalam bahasa Latin berarti "malu" atau "menciut"(Tjoet Nyak, 2011).
Klasifikasi Putri Malu (Anonima. 2010).
Divisio                         : Spermatophyta
Subdivisio                   : Angiospermae
Classis                         : Dicotyledonae
Ordo                            : Rosales
Familia                        : Mimosaceae
Genus                          :Mimosa
Spesies                        : Mimosa Pudica


Deskripsi Morfologi (Dodi, 2009)
1.      Daun
Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm. daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap.  Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
2.      Batang
Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan mempunyai duri yang menempel , batang tumbuhan putrid malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan tanah atau kearah bawah.
3.      Akar
Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya.  Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.


4.      Bunga
Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih.
5.      Buah
Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya.
6.      Biji
Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.
Tumbuhan berdaun majemuk menyirip dan daun bertepi rata ini memiliki letak daun yang berhadapan serta termasuk dalam suku polong-polongan. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang kemerahmerahan). Bila daun disentuh akan menutup (sensitive plant). Bunga bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai (Anonima. 2010.
Gerak tanaman putri malu menutup daunnya disebut dengan seismonati, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti), sebagai contoh, gerak tigmonasti daun putri malu menutup tidak peduli darimana datangnya arah rangsangan. Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit (Anonima. 2010).
Tanaman putri malu menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun putri malu berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya. Sebutan lokal antara lain Putri malu, si kejut, rebah bangun, akan kaget; Han xiu cao (China) (Anonimb. 2011)
·         Model Penyebaran, Pertumbuhan Putri Malu (Mimosa Pudica)
Tumbuhan putri malu dapat tumbuh dimana saja dengan begitu suburnya disekitar kita. Putri malu dapat tumbuh secara liar dimana saja, dan tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang khusus misalnya seperti pemupukan atau penyiraman. Tanaman putri malu bisa tumbuh dimana saja diatas permukaan tanah, baik diatas permukaan tanah yang lembab maupun diatas permukaan tanah yang gersang. Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas tanah yang lapang baik itu diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah dan pada tempat yang lainnya disekitar kita (Tjoet Nyak, 2011).
·         Cara Pembasmian / pengendalian
Cara terbaik untuk mengendalikan gulma adalah dengan menggalinya dan membunuhnya sebelum mempunyai waktu untuk menyebar. Itulah salah satu sebabnya tukang kebun mencangkul tanah diantara tanaman. Beberapa gulma dicabut sampai ke akar atau dipotong bersama tanah dengan menggunakan bagian tajam pacul. Dulu anak-anak dibayar untuk mencabut gulma liar ini di ladang jagung. Gulma juga bisa dimusnahkan dengan menggunakan bahan kimia yang disebut herbisida. Pemusnah gulma pilihan hanya akan memusnahkan gulma dan bukan tanaman. Kini ada keprihatinan tentang dampak yang membahayakan yang dapat disebabkan oleh bahan kimia tersebut, terhadap tanaman liar bahkan binatang (Lukman. 2011).
Teknik Pengendalian Gulma Secara Terpadu dapat dilakukan sebagai berikut (Putra. 2012):
1.      Gulma ditebas dengan parang kemudian dihamparkan di lahan sebagai mulsa. Sekitar 2-3 minggu gulma yang sedang tumbuh aktif disemprot dengan herbisida sistemik, seperti glifosat dengan takaran 4-6 liter per hektar. Setelah 2-4 minggu kemudian, lahan ditanami padi dalam barisan. Upaya penyiangan dilakukan dengan menggunakan herbisida pasca-tumbuh, seperti 2,4-D amina dengan takaran 1,5 liter per hektar yang diaplikasikan pada umur 2-3 minggu setelah tanam padi.
2.      Gulma ditebas dengan parang kemudian dilakukan pengolahan tanah. Selanjutnya dilakukan penanaman padi dan penyiangan menggunakan herbisida pra-tumbuh, seperti Oxadiazon dengan takaran 2 liter per hektar. Penyiangan dilakukan secara manual satu kali pada umur 35 hari setelah tanam padi.
Teknik pengendalian gulma adalah sebagai berikut (Syamsuddin Hasan, 2013):
1.      Pengendalian secara preventif
Tindakan yang paling dini dalam upaya mneghindari kerugian infestasi adalah pencegahan (tindakan preventif)hal ini dimaksudkan untum mengurangi dan menekan pertumbuhan gulma sehingga pengendalian dapat dikurangi atau ditiadakan.
2.      Perlunya peraturan/ perundang-undangan
Gulam pada umumnya berkembang biak dan menyebar menggunakan biji, struktur biji gulma yang kecil dan ringan sangat menunjang untuk terbang kemana-mana.
3.      Karantia Tumbuhan
Karantina tumbuhan bertujuan mencegah masuknya organisme pengganggu tumbuhan melalui undang-undang.
4.      Pengendalian mekanis
Pengendalian gulma mekanis merupakan usaha menekan pertumbuhan gulma dengan cara merusak bagian-bagian tanaman sehingga gulma tersebut mati atau pertiumbuhannya terhambat.
5.      Pengendalian gulma secara kimiawi
Pengendalian gulma secara kimawi merupakan teknik pengendalian yang menggunakan zat kimia herbisida. Herbisida adalah bahan kimia yang mematkan tumbuhan atau menghambat pertumbuhan normalnya termasuk gulma.



PENUTUP
·         Kesimpulan
1.      Gulma adalah  suatu tumbuhan lain yang tumbuh pada lahan tanaman budidaya, tumbuhan yang tumbuh disekitar tanaman pokok (tanaman yang sengaja ditanam) atau semua tumbuhan yang tumbuh pada tempat (area) yang tidak diinginkan oleh sipenanam sehingga kehadirannya dapat merugikan tanaman lain yang ada di dekat  atau disekitar tanaman pokok. Kebanyakan Gulma adalah tanaman yang cepat tumbuh dan dapat menghasilkan sejumlah besar biji dalam waktu singkat
2.      Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polonganyang mudah dikenal karena daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. Walaupun sejumlah anggota polong-polongan dapat melakukan hal yang sama, putri malu bereaksi lebih cepat daripada jenis lainnya. Kelayuan ini bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti semula.





DAFTAR PUSATAKA
Anonima. 2010. Gulma. http://id.wikipedia.org/wiki/Putri_malu. (diakses pada 15            mei 2013)
Dodi. 2009. Gulma. dodikfaperta.blogspot.com diakses pada 15 mei 2013)
Syamsuddin Hasan. 2013. Hijauan Pakan Tropik. Bogor. IPB Press
Tjoet Nyak Nuroel Izzatie. 2011.Gulma. Tjoet Nyak Nuroel Izzatie.blogspot.com             (diakses pada 15 mei 2013)


Tugas Kelompok
Tatalaksana Padang Penggembalaan Peternakan Rakyat


“GULMA”

Mutmainnah (I 111 11 032)
Awal Rezki Awan (I 111 11 010)
Sri Novriyanti (I 111 11 048)
Kurnia Kamaruddin (I 111 11 026)
Hj. Suci Rmadani (I 111 11 006)
Musfira Jafar L (I 111 11 040)

unhas_logo.png
 








FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

0 komentar:

Post a Comment