Tuesday, March 5, 2013

Panjang Periode Laktasi

Standard


            Periode laktasi yaitu suatu masa dimana sapi berproduksi susu yang berlangsung selama 10 bulan atau 305 hari. Pada permulaan laktasi, bobot badan akan mengalami penurunan, karena sebagian dari zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk pembentukan susu diambil dari tubuh sapi.  Pada saat itu juga sapi laktasi mengalami kesulitan untuk memenuhi zat-zat makanan yang dibutuhkan sebab nafsu makannya rendah. 
Dari sejak melahirkan, produksi susu akan meningkat dengan cepat sampai mencapai puncak produksi pada 35-50 hari setelah melahirkan.  Setelah mencapai puncak produksi, produksi susu harian akan mengalami penurunan rata-rata 2,5% perminggu.  Lama diperah atau lama laktasi yang paling ideal adalah 305 hari atau sekitar 10 bulan.  Sapi perah yang laktasinya lebih singkat atau lebih panjang dari 10 bulan akan berakibat terhadap produksi susu yang menurun pada laktasi yang berikutnya.
Produksi susu sapi perah perlaktasi akan meningkat terus sampai dengan periode  laktasi yang ke-4 atau pada umur 6 tahun, apabila sapi perah itu pada umur 2 tahun sudah melahirkan (laktasi pertama) dan setelah itu terjadi penurunan produksi susu.  Selama laktasi, kesehatan dan kebersihan sapi perah harus selalu dijaga dengan baik.  Pencegahan terhadap berbagai penyakit terutama mastitis harus benar-benar mendapat perhatian khusus.
Laktasi normal sapi yang tiap tahunnya dikawinkan dan mengandung adalah selama sekitar 44 minggu atau 305 hari.  Perkawinan yang lebih lambat dalam periode laktasi akan memungkinkan periode laktasi lebih panjang.  Selain itu dikatakan bahwa umur sapi adalah suatu faktor yang mempengaruhi produksi air susu.  Pada umumnya, produksi pada laktasi pertama adalah terendah dan akan meningkat pada periode-periode laktasi berikutnya.  Namun faktor-faktor lain seperti makanan, kesehatan, frekuensi pemerahan, dapat lebih berpengaruh terhadap produksi air susu dibandingkan faktor umur sapi.
Lama laktasi induk sapi perah umumnya bergantung pada keefisienan reproduksi ternak sapi tersebut.  Ternak sapi perah yang terlambat menjadi bunting menyebabkan calving interval diperpanjang sehingga lama laktasi menjadi panjang karena induk sapi perah akan terus diperah selama belum terjadi kebuntingan.
Produksi susu induk sapi perah periode laktasi sangatlah bervariasi. Hal ini disebabkan oleh perubahan keadaan lingkungan yang umumnya bersifat temporer seperti perubahan manajemen terutama pakan, iklim dan kesehatan sapi perah. Kondisi iklim di lokasi induk sapi perah dipelihara sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produksi susu. Suhu lingkungan yang ideal bagi ternak sapi perah adalah 15,5ºC karena pada kondisi suhu tersebut pencapaian produksi susu dapat optimal. Suhu kritis untuk ternak sapi perah Fries Holland adalah 27ºC .  Ternak sapi perah Fries Holland yang berasal dari Eropa akan berproduksi optimal apabila kondisi suhu lingkungan berkisar 10º-21ºC, tetapi di Fiji dengan rataan suhu lingkungan 24,4ºC dan tingkat kelembaban relatif yang tinggi ternyata ternak sapi perah mengalami penurunan produksi.
Berat dan kapasitas ambing mencapai puncak pada waktu sapi berumur 6 tahun.  Kenaikan kemampuan menampung cairan berbeda pada tiap-tiap laktasi pertama dan kedua.
sapi berumur 5 - 6 tahun (periode laktasi ketiga dan keempat) yang pada umumnya sudah mencapai kedewasaan berproduksi dan mampu memberikan hasil produksi air susu yang tinggi.  Dimana pada setiap periode laktasi, produksi air susu yang dihasilkan mencapai hasil produksi susu yang maksimal pada bulan ke 3 setelah melahirkan.  produksi susu pada sapi perah terbanyak dihasilkan pada periode laktasi ketiga dan keempat dengan kisaran umur 5 – 6 tahun, dan sesudah itu produksi susunya akan terus menurun dengan semakin tuanya umur sapi.










1 komentar: